Blogger Widgets

Wednesday, December 24, 2008

KAMPANYE NO!SPEC untuk yang sakit hati

Suatu hari kamu dapat telepon, email etc yang mengabarkan bahwa seseorang membutuhkan bantuan yang berhubungan dengan pekerjaan mendesain sesuatu.

Di suatu mall, kafe, kampus atau bahkan lewat IM klien tersebut menjelaskan kebutuhannya, spesifikasinya, kriteria output project-nya dan tanpa berpikir lama kamu menjawab "oke, saya kerjakan."

Selesai meeting tersebut, klik, otak pun mulai berpikir cari ide, mencari akar permasalahan, jawaban, membuat komparasi, cari referensi, sampai teknik2 eksekusi dengan software grafis. Tak terasa waktu deadline semakin dekat, tanpa lelah bahkan sampai subuh kita dikejar-kejar deadline!

Setelah itu, tibalah waktunya nunjukin ke klien hasil kerja kita. Sekitar 3 alternatif desain. Klien pun memberikan masukan ini itu untuk revisi dan janjian untuk ketemu lagi pada tgl tertentu. Klik, otak pun me-reset lagi perbaiki sana sini sampai tibanya deadline berikutnya.

Tapi setelah kita kerja sedemikian heboh, pada waktu yg dijanjikan klien tersebut ternyata tidak datang, tidak menjawab email, IM, SMS atau ketemu tapi berkata ini itu yang kesimpulannya ngambang atau bahkan terang2an menjawab ga suka, ga ada keputusan apakah desain kita disetujui atau tidak atau dengan kata lain hasil kerja kita dihargai atau tidak? melalui penghargaan layaknya dalam dunia bisnis yaitu: FEE. Pada akhirnya, kamu kecewa karena sudah kerja cape tapi ga dihargai atau ga dibayar.

Nah, pernahkan kamu ngerasa kecewa kaya gitu?

Kalo iya, kamu ga sendiri. Komunitas NO!SPEC menyadari kasus2 seperti ini yang terjadi pada kebanyakan desainer grafis. Mereka mengkampanyekan bahaya kecenderungan spekulasi pada proses kerja project desain yang merugikan desainer.

Mereka membuka sebuah situs dengan alamat : http://www.no-spec.com. Di sana kita bisa dapatkan contoh kasus, latar belakang, argumen, solusi untuk kasus SPEC. Dan tentunya kamu juga bisa bergabung untuk mengkampanyekan NO!SPEC.




0 komentar: