Wednesday, October 19, 2011
Pelajaran Tentang Percaya Diri
Saturday, September 24, 2011
Antara Door Prize dan Wejangan Sang Founding Father (notes)
Saturday, September 10, 2011
Jauh jadi dekat, dekat jadi jauh!
Kasarnya dan memang ini fakta karena saya melihat sendiri, jaman sekarang tuh orang nyebrang di jalan pun sambil smsan! Edun!
Sayapun menambahkan contoh perubahan lainnya yaitu "yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh!"
"pernah ngerasain ga di sebuah restoran, sambil nunggu pesanan makanan datang, dalam keadaan hening, kita sama istri misalnya sama-sama sibuk asik sendiri dengan facebook sambil senyum-senyum sendiri melototin HP masing-masing?"
"Yang jauh memang jadi dekat, karena walaupun terpisah jarak tetap bisa ngobrol dengan temen-teman di facebook yang ga tau lokasinya ada dimana. Tapi ironisnya, yang dekat jadi jauh karena orang yang ada di depan kita seolah kita lupakan tanpa ada obrolan sepatah katapun, atau kasarnya dicuekin!"
Thursday, September 8, 2011
Karir bukan pekerjaan
"kalau niat kamu bekerja mencari duit saja, maka bisa jadi kamu gak akan berkembang, tapi kalau bekerja dengan niat membangun karir maka uang akan mengikuti"
Kenapa bisa begitu? itu karena ketika tujuan kita membangun karir maka kita mengembangkan kemampuan dan kualitas diri dan ketika kualitas diri meningkat maka kita mendapat penghargaan yang lebih.
Tuesday, February 9, 2010
Mood-nya Desainer Grafis
Jika dihubungkan dengan karya seni, ya hasilnya memang turun naik. Seorang seniman atau desainer kadang menghasilkan karya yang bagus kadang engga.
Seperti lagu yang dibuat oeh seorang musisi, jarang kita mendengar dalam satu album misalnya lagunya enak semua.
Monday, February 1, 2010
Desain dan Memasak
Desain itu kok kaya memasak ya, semua orang sepertinya bisa memasak seperti juga sepertinya semua orang bisa mendesain. Ada masakan yang enak dan ada yang ga enak, seperti juga ada desain yang bagus dan yang jelek. Keduanya sama-sama susah dinilai, ada yang suka dengan satu rasa tertentu dan ada juga sebaliknya, seperti juga ada yang lebih suka warna merah daripada warna kuning atau ada yang suka serif dan tidak suka sans serif atau kecenderungan komposisi tertentu dibanding yang lain. Bedanya memasak dinilai menggunakan lidah, desain dengan mata.
Friday, January 29, 2010
Andai Logo A | X Itu Tidak di Sana
Untuk lebih memperjelas masalahnya coba kita liat lagi desain di kaos Armani tersebut:

Bisa dibilang sekilas ini 80 % mendekati lambang Garuda Pancasila, yang paling jelas kita bisa melihat dari pose burung garudanya sama persis sedang berdiri dengan kepala menghadap ke kanan, kemudian elemen-elemen yang ditambahkan pada gambar garuda ini juga sama, yaitu perisai, tanda bintang di tengah perisai dan penyangga yang biasanya menjadi tempat tulisan Bhineka Tunggal Ika.
Setelah melihat bahwa ini sangat mirip sekali, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Armani sengaja melakukan ini?
Ini kalau seandainya mereka sengaja, saya pikir desainer sekelas Armani tidak akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, tapi pasti akan melakukan proses legal hak cipta, lisensi dsb. Karena desain ini akan dijual di pasar terbuka pasti akan ada orang yang tahu bahwa ini adalah lambang negara Indonesia. Tapi buktinya pemerintah kita terkaget-kaget dengan kasus ini, ini menandakan tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pemerintah Indonesia mengenai desain garuda tersebut.
Kalau saya harus bertanya kepada pihak Armani, saya pikir itu bisa dilakukan oleh departemen luar negeri. Jadi percaya atau tidak, saya mencoba berandai-andai bahwa sepertinya Armani memang terinspirasi oleh lambang negara kita, cuma sayang sekali inspirasi itu tidak dibarengi dengan kalo boleh dibilang, wawasan internasional dan diikuti dengan crafting (ngulik) yang memadai. Setelah terinspirasi, Armani sepertinya kurang optimal/ngulik lagi untuk menghasilkan desain yang sama sekali baru.
Tapi kalau jawaban dari Armani adalah tidak sengaja, dalam pengertian yaitu dari mulai ide sampai eksekusi dari nol, saya pikir kita bisa maklum dan ini menjadi satu peristiwa kebetulan yang sangat kebetulan sekali!
Terlepas apakah ada peraturan dan Undang-undang-nya tentang tata cara penggambaran garuda. Kalau dibilang keren, ini lumayan keren, feeling yang saya dapat dari desain kaos Armani ini adalah patriotis, apalagi jika logo A|X-nya tidak diletakan di atas perisai, dan lambang beringin dan banteng tetep di sana. Logo Armani-nya kecil aja di bawah gambar garuda. Desainnya tetep seperti itu grunge dengan warna seperti itu juga, saya pikir akan menjadi tidak masalah, jadi lebih keren dan tidak mengundang kontroversi.
Saturday, January 16, 2010
Kemana Buku-Buku Desain Grafis Indonesia?
Setelah bertanya ke bagian database, tebak di bagian mana buku tersebut ditempatkan?
"Oh yang itu pa, coba cari dibagian HOBI!"
Kenapa bisa gitu ya? Kok rada ga nyambung!
Kemudian saya nyoba mikirin beberapa kemungkinan tentang hal ini:
1. Mungkin staf Gramedia salah nyortir
2. Mungkin section di gramedia sudah penuh
3. Penerbit dan penulis bukunya tidak mau bukunya disamaratakan dengan buku-buku desain komputer, mungkin ini sama saja menyempitkan arti desain grafis itu sendiri. Jadi ga dibarengin sama buku Photoshop dll.
4. Desain grafis masih dianggap hobi bukan profesi
5. Buku-buku desain grafis di Indonesia masih sedikit jumlahnya, sehingga belum mencapai kuota untuk dibuatkan section-nya
Di bagian Hobi ini ternyata saya menemukan lagi beberapa buku yang berhubungan dengan desain grafis yang berbahasa indonesia yaitu buku tentang nirmana, buku packaging dan buku tentang stiker kota.
Menurut saya, kemungkinan ke lima tampaknya masuk akal juga.
Friday, January 15, 2010
Review Avatar, Cool!
Di antara kepadatan jadwal sehari-hari akhirnya maksain juga nonton Avatar walaupun dapet yang jam 10 malem. Saya coba kasih review dikit nih mengenai pengalaman nonton Avatar.
Film yang ngabisin waktu 2 jam setengah ini, alurnya agak sedikit lambat. Terus terang awalnya agak boring.. tapi mungkin si james (sang sutradara) mempunyai pertimbangan bahwa ia harus ngejelasin konteks/kultur/environment/asal muasal dari planet Pandora, suku Navi dsb. Misalnya di sana digambarin bahwa tumbuhan di planet Pandora akan nyala/bersinar di malam hari, binatang-binatang aneh yang hidup di Pandora, pokonya kita dibawa dulu untuk menghayati imajinasi out of the box james cameron terlebih dulu. Di awal bahkan istri sempat bilang boring! sambil sesekali gelisah, menguap, melihat handphone dsb. Pada awalnya kita juga akan sedikit ga biasa liat akting setengah animasi setengah manusia Sully dan Neytiri.
Tapi begitu sampai scene tentang "Ban Shee" dan adegan pertempuran manusia dan suku Navi. Kita berdua hilang ngantuknya merasakan setiap detil action yang disuguhkan, good. Ending-nya juga cukup lumayan menyentuh, bukti bahwa james ga cuma mikirin special effect-nya doang, tapi ceritanya juga. Alhasil, bertepuk tanganlah para penonton di bioskop itu temasuk saya. Dan komentar saya tentang animasi dan special effect-nya adalah, Weta Studio (yang buat animasi LOTR) did it again!
Bagus kan filmnya? saya bertanya ke istri (yang biasanya ga suka film beginian) dan dia pun tidak bisa menyangkal, dengan muka masam dan malu-malu menjawab "iya."
ya tapi apa yang saya anggap rame belum tentu kata orang juga. Its up to you lah..
Thursday, October 29, 2009
Flexinet Oh Flexinet..
Setelah instalasi dan mulai melakukan koneksi, ternyata selalu gagal dan membutuhkan waktu lama untuk koneksi. Dan setelah hampir sebulan menggunakan flexi, saya bisa memberikan review test drive berdasarkan pengalaman saya sendiri bahwa:
Pertama, sering di jam-jam tertentu, Flexi membutuhkan waktu untuk bisa konek, walaupun beberapa pengalaman teman-teman bloger banyak mengatakan bahwa flexi stabil, ini tidak terjadi pada saya. Kadang cepet kadang lambaat.. banget. Sehingga dengan kecepatan seperti itu, tentu jangan pernah berpikir misalnya men-download ebook Photoshop CS4 yang bermega-mega:). Kemudian pada saat browsing, sering tiba-tiba koneksi putus dan muncul tulisan "problem loading page."
Awalnya tentu ngedumel, tapi akhirnya saya sadar juga akan hal ini,bahwa harga tidak akan bohong. Tentu beda kelas antara Flexi dengan Speedy, Flexi 2500/hari sedang Speedy 6500/hari (Speedy unlimited). Saya yang terbiasa streaming youtube yang hampir seperti menonton TV tentu gelisah ketika mendownload plug-in aja putus nyambung.
Mungkinkah Flexi terjebak di perang harga? dengan trend berbagai provider yang menawarkan program internet unlimited? Supaya tidak kalah bersaing?
Dari kasus ini saya teringat akan suatu "petuah bisnis" yang menyinggung mengenai masalah perang harga, yaitu jangan terjebak untuk menghabiskan energi untuk perang harga tapi fokuslah untuk terus meningkatkan kualitas.
Sebagai konsumen dan berdasarkan pengalaman yang saya alami saya semakin memahami arti dari teori persaingan harga VS kualitas tersebut.
Bahwa percuma harga murah tapi putus nyambung. Walaupun mungkin apa yang saya alami tidak dialami oleh konsumen Flexi yang lain, tergantung tempat dan kebiasaan penggunaan internet masing-masing.
Monday, May 21, 2007
Sandman Telah Lahir!
Dan ups, tampaknya lelaki tinggi besar tersebut terjebak, karena dihadapannya kokoh berdiri pagar kawat. Seekor anjing sempat menyergapnya, namun anjing itu mental kembali, tak kuasa menahan pukulan telak ke tubuhnya yang dilancarkan oleh lelaki tersebut. Tanpa pikir panjang, lelaki itupun kemudian menaiki pagar kawat tersebut yang tanpa disadari, ia telah masuk ke dalam suatu zona laboratorium experimen penelitian, dan....
brug! Ia pun terjatuh ke dalam sebuah lubang besar yang dalam berisi tanah.
Tak berapa lama, tiga buah besi besar menyerupai blender pembuat kue muncul dari atas lubang di atas kepala lelaki tersebut, mendekat dan kemudian mulai berputar perlahan-lahan dan kemudian semakin kencang. Lelaki tersebut tidak bisa berkutik, diam di tengah putaran alat itu yang berputar sangat kencang tak terbayangkan, cemas tak mengerti apa yang sedang terjadi. Tanah dibawah kakinya dan di tengah lubang itu pun mulai berterbangan membentuk pusaran. Dan sedikit demi sedikit, tubuh lelaki itu pun rapuh perlahan-lahan berubah menjadi butiran-butiran pasir.....!
Bagi yang sudah menyaksikan film Spiderman 3, pasti ingat dengan adegan tersebut. Adegan yang menceritakan awal lahirnya dan aksi musuh Spiderman, SANDMAN. Dikutip dari Wired.com, Sam Raimi menceritakan bahwa proses pembuatannya diawali dari penelitian yang dilakukannya yang meneliti struktur molekul pasir menggunakan mikroskop dan dilanjutkan ke proses kerja yang menghabiskan waktu 2,5 tahun yang melibatkan 30 orang teknisi spesial efek, sehingga lahirlah sosok SANDMAN.
Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, Raimi juga mengumpulkan berbagai macam sampel pasir untuk diteliti, ia membutuhkan setidaknya 12 jenis sampel pasir, yang akhirnya jenis pasir Arizona-lah yang dipilih dengan alasan beratnya yang ringan. Maklum, pasir yang ringan memang dibutuhkan agar ketika aktor dan stuntmen dikubur hidup-hidup dengan ratusan pound pasir, mereka tak akan remuk.
Sam Raimi juga melakukan “Screen Test” untuk meneliti perilaku pasir. Grant Curtis, yang menjabat sebagai produser, dikutip dari ugo.com, mengatakan " saya rasa satu hal yang menarik dan satu hal yang pertama kali kami lakukan dalam keseluruhan produksi adalah kami menghabiskan waktu 3 hari dan kita tidak melakukan apapun kecuali merekam cipratan pasir, pasir terbang ke arah stuntmen, pasir dituangkan ke arah langkah kaki hanya untuk mempelajari apa yang pasir lakukan dan bagaimana pasir akan ditampilkan.
Film ini juga didukung oleh sebuah tim di Sony Imageworks yang terdiri lebih dari 200 orang programmer yang menulis kode untuk membuat milyaran partikel pasir buatan.
Secara keseluruhan, film ini menggunakan sekitar 900 shot spesial efek!
Monday, May 14, 2007
"Sing To The Dawn," Think Globaly, Act Locally
Project ini dipimpin oleh Phil Mitchel yang menjabat sebagai Director, seorang veteran di dunia animasi dengan pengalaman 20 tahun yang berperan atas pembuatan serial animasi TV pertama di dunia, "Reboot." Orang dibalik layar film animasi Happy Feet, Steven Read (CG supervisor) juga ikut terlibat di project ini. Elsa Santos, texture artist yang berpengalaman di film Harry Potter, Space Odissey dan Troy juga tergabung di dalam tim Frameworks Studios ini.
Kabarnya film animasi 3d yang sedang digarap tersebut berjudul "Sing To The Dawn", yang ceritanya berasal dari sebuah novel yang ditulis oleh Ho Minfong, yang bercerita tentang gadis desa bernama Dawan yang mewujudkan mimpinya dengan mendapatkan beasiswa untuk belajar di kota. Sing To The Dawn merupakan novel terkenal di singapura, yang banyak dibaca dan bahkan dipelajari di sekolah-sekolah. Dikarenakan film ini berakar pada budaya lokal, maka nuansa film ini pun akan lekat dengan nuansa Asia Tenggara.
Film yang diproduksi oleh MediaCorp Raintree Pictures dan Singapore‘s Media Development Authority yang diperkirakan menghabiskan dana 5 juta dolar US ini dikabarkan akan selesai awal tahun depan, dan akan dipromosikan pertama kali di pasar Cannes Film dan direncanakan untuk di-dubbing ke berbagai bahasa.

Channel-5 Singapore, beberapa waktu lalu menayangkan liputan mengenai project film animasi ini.
Rekamannya bisa dilihat disini :
http://www.youtube. com/watch? v=PMz6cxrYnF0
