

Happy New Year..! Its Time For Festive Design
Ketika mendengar istilah “Festive Design” mungkin kebanyakan dari kita akan bertanya, desain apa tuh? Tapi kalau disebut ini nih: kartu lebaran, kartu ucapan selamat natal dan tahun baru atau desain kemasan produk tertentu yang dibuat khusus pada momen-momen perayaan tertentu, misalnya Coca-Cola dengan desain packaging spesial natal, tahun baru atau lebarannya, atau produk coklat yang kemasannya dibuat khusus pada saat hari Valentine dan banyak lagi aplikasi desain pada berbagai media cetak, web, multimedia, motion graphic yang dibuat sekedar untuk memberikan kesan ikut merayakan perayaan hari besar tertentu.
Saat tiba momen-momen tersebut adalah saatnya bagi desainer grafis untuk menghasilkan ide-ide baru untuk berbagai aplikasi desain yang sifatnya Festive.
Nah, berikut ini ada tips yang tidak ada salahnya untuk disimak, siapa tahu berguna kalau pas lagi mentok.
1. Mengenal lebih dalam sejarahnya
Hari-hari besar tertentu yang diperingati dan dirayakan masyarakat tentu saja tidak lepas dari sejarah dan tradisi masyarakatnya. Untuk mendapatkan ide-ide yang menjiwai, tentu saja kita harus mengenal betul bagaimana sejarah lahirnya sebuah hari besar tersebut, karena proses desain akan melibatkan simbol-simbol atau kode yang dilahirkan dari sebuah sejarah lahirnya hari tersebut. Sebagai contoh, bagaimana mungkin orang yang sama sekali tidak pernah mengenal sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia bisa mendapatkan ide yang menjiwai untuk membuat Festive Design 17 Agustusan? Untuk mendapatkan ide, bagi kita sih gak masalah, karena kita mengenal sejarahnya. Tapi kalau bukan orang Indonesia yang akan membuatnya, misalnya orang Rusia, Amerika, mungkin dia harus melakukan usaha yang lebih dengan riset yang mendalam sebelum akhirnya mendapat gagasan. Jadi tips pertama adalah, kenali lebih dalam sejarah hari besar yang akan kita buat festive design-nya.
2. Paham dengan simbol-simbol yang digunakan dan tradisi yang biasa dilakukan
Imlek identik dengan warna merah-emas, simbol naga, barongsai, lampion, hoki. Natal akrab dengan warna merah-putih-hijau, sinterklas, pohon, lonceng. Tahun baru identik dengan kembang api, terompet dan warna-warna emas. 17 Agustusan biasa mengunakan warna merah-putih, bambu runcing, teks proklamasi, bendera. Lebaran identik dengan warna hijau, simbol masjid, huruf arab, kaligrafi dan tentu saja ketupat.
Selain simbol-simbol tersebut, kita juga bisa menggali lebih dalam dari tradisi atau kebiasaan yang biasa dilakukan. Salah satu contoh misalnya pada perayaan Idul Fitri lampau, sebuah iklan rokok membuat iklan pada media cetak dan elektronik dengan tema “makna pakaian terbaik.” Iklan tersebut seolah-olah bisa mengerti apa yang dirasakan oleh umat Islam yang merayakannya. Bisa begitu karena selama ini dalam tradisi umat Islam, sebelum merayakan Idul Fitri biasanya orang-orang disibukkan atau bahkan juga ada yang “memaksakkan diri” membeli baju baru sebagai ritual untuk merayakan Idul Fitri namun mengesampingkan pesan rohaniah di dalamnya. Iklan tersebut mencoba mengambil tema ini, namun diolah lagi dengan lebih kreatif dan kritis dengan memunculkan pesan bahwa yang lebih penting adalah pakaian rohani kita yang terbaik bukan pakaian bentuk fisik. Iklan ini menyentuh karena mengenal tradisi sehingga apa yang disampaikan benar-benar bisa dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.
3. Update dengan perubahan zaman
Mungkinkah kita tidak menggunakan simbol ketupat, warna hijau, simbol masjid ketika membuat desain festive untuk lebaran? Jawabannya, tentu saja bisa, walaupun akan lebih sulit untuk mendapatkan “feeling” atau kesan Lebarannya, karena simbol tersebut sudah begitu kuat menempel dibenak masyarakat.
Tapi kita juga pastinya akan bosan dan jenuh kalau setiap tahun menggunakan simbol yang itu-itu saja sehinggga sebaiknya kita harus update disesuaikan dengan perubahan zaman.
Jalan tengahnya kita bisa tetap menggunakan simbol-simbol tersebut tapi dengan penampilan yang berbeda. Misalnya simbol ketupatnya bukan yang berbentuk segi empat miring dengan garis kotak-kotak ditengah, tapi bisa ditampilkan dengan kesan abstrak dan modern gaya desain vektor zaman sekarang. Tapi tentu saja ini harus disesuaikan dengan karakter audiens.
4. Rencanakan dengan baik
Setelah mendapatkan ide, kita perlu langkah-langkah terencana. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam proses pembuatan Festive Design yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan langkah-langkah untuk aplikasi desain yang lain:
- Riset
Tak peduli project besar atau kecil-kecilan, kita tetap harus melakukan riset. Walaupun cuma baca-baca buku atau browsing internet. Di sini kita mencoba merumuskan tema, audiens, pesannya, budayanya, termasuk mengunakan media apa pesan disampaikan dan mengukur kira-kira timbal balik apa yang akan dihasilkan. Tips no 1-3 bisa dijalankan.
- Desain
Setelah kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam riset. Kita akan mudah untuk misalnya bagaimana memilih jenis font, warna, bentuk, copywriting ataupun format yang akan digunakan sesuai dengan karakter yang diinginkan. Biasanya elemen-elemen ini penggunaanya juga sudah menjadi kebiasaan, misalnya ada jenis font, warna, bentuk yang sering muncul untuk digunakan pada hari-hari besar tertentu.
Namun yang harus diingat kita harus selalu kreatif untuk menghasilkan hal-hal baru dan tidak itu-itu saja. Pemilihan elemen desain ini juga disesuaikan dengan karakter si penyampai pesan dan audiens, misalnya desain kartu ucapan corporate akan berbeda dengan desain untuk distro clothing anak muda.
Tips pada tahap ini mulailah untuk membuat rancangan kasar di atas kertas kosong agar kita lebih bebas berimajinasi daripada desain langsung dibuat menggunakan software. Kemudian wujudkan sketsa desain menggunakan software yang sesuai fungsinya, misalnya jika kita ingin mengedit foto (bitmap) maka gunakan Photoshop, untuk membuat illustrasi gunakan Illustrator dan Corel atau kalau output-nya multi halaman bisa menggunakan InDesign atau software layouting lainnya. Kemudian tentukan di awal bagaimana format atau bentuk fisiknya misalnya bentuk kartu dibuat menjadi bentuk tertentu dengan cara membuka menggunakan lipatan-lipatan yang unik. Mulai juga untuk mempersiapkan gambar-gambar yang dibutuhkan (cari fotografer bila perlu), pilih jenis font yang akan digunakan yang sesuai dengan karakter yang diinginkan, misalnya kalau karakternya formal-elegan, kita bisa menggunakan font dari jenis script. Siapkan juga copywriting yang bermakna kuat untuk mendukung tampilan visual. Setelah itu gabungkan semua elemen desain, atur, modifikasi menggunakan berbagai software yang mendukung berdasar ide awal sketsa desain. Buatlah minimal tiga alternatif desain, bandingkan (bila perlu adakan survey ke orang lain) pilih satu yang paling bagus.
Yang terpenting ketika kita membuat desain yang sifatnya Festive adalah walau bagaimanapun kreativitas yang digunakan kita harus selalu tetap berakar pada tradisi budaya sebagai sumber. Karena dengan cara itulah desain kita tetap bisa dimaknai oleh audiens. Isi boleh tetap berakar budaya tapi cara penyampaian bisa berbeda.
Wah, ga terasa besok malam kita sudah siap-siap menyambut tahun baru 2009 lagi .
credit: Coke Ramadhan is by Attik Design
0 komentar:
Post a Comment